Kota Rambutan37 KelurahanRantai UsahaGerai KoperasiKabar BinjaiPusat Informasi
Beranda / Kabar Binjai
UMKM & pasokan

Kampung Tahu Suka Maju Menguatkan Konteks Rantai Pasok Koperasi Binjai

Koperasi kelurahan akan lebih berguna jika terhubung dengan sektor yang benar-benar hidup di sekitar anggota. Di Suka Maju, salah satunya adalah ekosistem tahu-tempe.

Kabar Binjai

Pada 30 Juli 2026, kegiatan pembinaan UP2K mengunjungi sejumlah unit usaha di Kampung Tahu, Kelurahan Suka Maju, Binjai Barat. Produk yang dilihat tidak hanya tahu putih, tetapi juga tahu crispy, tahu kuning, tahu kopong, tahu lato-lato, kerajinan bambu, dan rotan.

Basis industri lokal sudah terlihat sejak 2025

Saat peluncuran Koperasi Merah Putih Suka Maju pada Juli 2025, Pemko Binjai mencatat kelurahan ini memiliki 42 pabrik tahu dan 7 pabrik tempe. Pada waktu itu, pasokan kedelai, minyak goreng, dan tepung kanji disebut sebagai salah satu ruang yang dapat didukung koperasi.

Apa artinya bagi desain usaha koperasi?

  • Koperasi dapat mengagregasi kebutuhan bahan baku anggota.
  • Pengadaan bersama dapat meningkatkan posisi tawar bila volume dan tata kelola memadai.
  • Etalase koperasi dapat menjadi kanal produk lokal, bukan hanya barang dari luar kelurahan.
  • Data permintaan harian membantu mengurangi persediaan berlebih.
Pelajaran utamanya bukan menyalin satu model usaha, melainkan membaca kebutuhan anggota dan struktur ekonomi kelurahan sebelum menentukan unit bisnis.

Sumber

Pemko Binjai · Pembinaan Kampung Tahu, 30 Juli 2026 ↗

Pemko Binjai · Peluncuran Koperasi Merah Putih Suka Maju, 2025 ↗

Artikel terkait

Lihat semua Kabar Binjai →

Ekosistem lintas daerah

Jaringan KOPDES terkait

Slider bergerak otomatis secara perlahan, dapat digeser manual, dan tautan jaringan dikualifikasikan nofollow.